Selasa, 27 Mei 2014

Catatan hari ini

Memilih seseorang untuk dicintai sama halnya memilih jenis makanan untuk dikonsumsi. Pilihan tidak selalu pada yang terlihat menarik tampilannya, tapi rasa. Hati yang memilih. Bedanya hanya pada letak yang memilih, tentang kebutuhan isi perut, lidahlah yang memilih rasa makanan mana yang disuka. Tentang cinta, hati yang memilih rasa, perasaan kepada seseorang yang dirasa tepat.

Kebutuhan tidak selalu sama sepanjang masa. Selalu ada perubahan berkala. Perubahan bisa terjadi sebab waktu dan keadaan. Tidak ada yang permanen dalam hidup ini kecuali perubahan. Saya tidak menyukai keadaan yang statis. Mandeg. Jalan di tempat, tak ada perubahan atau pergerakan lebih baik. Bagi saya, hidup adalah bergerak kepada tujuan-tujuan. Melakukan perubahan agar menjadi lebih baik.

Selama hampir 7 tahun saya merasa ada ketidakbaikan dalam hubungan saya dengan mantan suami. Awalnya saya coba bersabar. Banyak yang bertanya, kenapa saya bertahan dalam waktu lama, alasannya simpel. Ikhtiar.  Ya, saya berikhtiar mempertahankan rumah tangga, berikhtiar sabar. Tapi tidak ada hasil. Semuanya bukan malah menjadi baik, justru memburuk.

Lama-lama saya bosan dan tidak tahan dengan ini.

(Saya lanjut besok, karena sekarang saya sangat mengantuk)

Kamis, 10 April 2014

New Look

Akhirnya saya dapat mengubah tampilan blog saya. setelah beberapa kali gagal mencobanya di perangkat sebelumnya. Alhamdulillah, saya cukup puas bisa membuka dashboard blog saya lagi di perangkat ini. semoga bisa memperbaiki mood saya sat membaca hasil tulisan saya sendiri, dan memperbaiki mood teman-teman yang sudi meluangkan waktunya membaca catatan-catatan saya. Saya nge-blog benar-benar tanpa ilmu, ini buah kenekadan saya yang tanpa tanya sana-sini, tanpa baca buku ini-itu mencoba merasakan sensasi menulis di blog yang non-fiksi seperti yang telah dialami bloggers pendahulu.

pengalaman beberapa pekan lalu mengajarkan saya agar tidak mengosongkan blog tanpa sisa satu catatanpun. jadilah keajaiban di laptop saya, dashboard blog kosong melompong putih bersih. lantas saya kebingungan, bagaiman mau mulai menulis lagi, bagaimana saya mau mendesain blog saya agar lebih menarik. pelajaran berharaga, agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Minggu, 23 Maret 2014

Lembaran Baru

Merasa blog ini tidak begitu bagus dikunjungi, beberapa pekan lalu saya menghapus semua tulisan tanpa sisa. Sebelumnya apapun isi kepala saya ketika berada di depan laptop, saya tumpah-ruahkan di sini, tanpa memikirkan apa pantas dibaca orang.

Pada awalnya saya membuat blog ini sekedar coba-coba. Mendapati banyak orang yang telah lebih dulu mengenal blog, sangat nyaman menulis dan merasa blog ini adalah rumahnya sendiri di internet.

Tanpa pengetahuan yang cukup saya nekat membuat blog. Awalnya dari laptop, kemudian saya teruskan aktivitas blogging di android, agar saya bisa lebih leluasa bepergian tanpa harus dibayang-bayangi kangen rumah demi mengasah kemampuan menulis di blog.

Saya paling tidak tahan hidup statis. "Mandeg" di titik yang sama dalam jangka waktu lama. Saya menyukai perubahan. Karena perubahan menuju perbaikan membuat saya merasa benar-benar hidup. Hidup semestinya yang mengikuti berjalannya waktu. Melakukan pembaharuan demi pembaharuan menapaki usia yang semakin tua.

Adalah rutinitas tahunan saya beberapa tahun belakangan ini, sejak mengenal internet, setiap pergantian tahun, saya selalu mengganti beberapa email berikut beberapa akun sosial media yang telah saya punya sebelumnya. Kehendak hati juga mengharuskan gadget baru, tetapi ini tidak terlalu saya paksakan, semampunya saja. Kalau mampu, beli baru, kalau tidak, ya sudahlah...

Ada beberapa teman yang menertawakan rutinitas tahunan yang saya sebut "resolusi tahun baru" itu sebagai lelucon kamuflase seorang kesepian. Padahal saya tidak merasa begitu. Kadangkala pernyataan beberapa teman itu menggelitik hati saya untuk mencari-cari alasan bahwa saya tidak kesepian. Yaah... entahlah, kesepian atau tidak kesepian, saya tetaplah manusia yang pada fitrahnya terlahir sendirian, suci tanpa dosa. Matipun saya akan ditanam ke bumi ini tanpa seorang teman di dalam liangnya. Hanya diri saya, saya sendiri.

Maka mohon maklum dari teman-teman yang beberapa kali menemukan beberapa foto saya yang sama terpampang di beberapa akun sosial media, namun dengan nama yang tidak sama. Agak lucu saya sebut "resolusi tahun baru" yang menyebutnya "resolusi" tapi belum tentu benar-benar menjadi resolusi yang merubah cerita atau jalan hidup saya.

Waktu sudah hampir shubuh, saatnya saya bersiap sholat. Jeng jeng...!!!

Sabtu, 22 Maret 2014

Confusion

Beberapa menit tadi, saya hendak memposting tulisan saya, sebagai pembuka catatan saya tahun ini. Tapi tidak bisa. Padahal sudah sangat panjang saya tulis menjadi beberapa paragraf. Apakah karena beberapa pekan lalu saya kosongkan blog ini tanpa sisa satupun???